12 July 2009, 08:49
TAPAKTUAN - Peningkatan jalan Teupin Tinggi-Bulusuema, Kecamatan Trumon sepanjang 8 kilometer lebih hingga kini belum dilaksanakan. Padahal sebelumnya PPTK berjanji jalan tersebut kembali dikerjakan 10 Juli. Pengawas lingkungan hidup jalan Buluseuma, Bestari Raden kepada Serambi, Sabtu (11/7) mengatakan, masyarakat Buluseuma kecewa terhadap sikap pemenang tender peningkatan jalan Buluseuma pada Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Aceh. Kekecewaan ini karena hingga saat ini jalan tersebut belum dikerjakan alias diterlantarkan kontraktor.
Padahal sebelumnya PPTK proyek pembangunan jalan Teupin Tinggi-Buluseuma, Muchsin mengatakan pekerjaan jalan tersebut yang dihentikan sementara, karena takut akan timbul masalah sehubungan dengan surat gugatan yang dikirim Walhi Aceh Mabes Polri itu akan kembali dikerjakan kembali pada 10 Juli 2009. Pada kenyataan di lapangan, hingga Sabtu (11/7) belum terlihat jalan akan dikerjakan.
Yang terlihat saat ini hanya sebatas mengikir bahu jalan dari Ie Meudama-Teupin Tinggi sepanjang 80 meter yang dilaksanakan menjelang kedatangan Menteri Kehutanan (Menhut) MS Kaban pertengan Juni 2009 lalu. “Masyarakat selalu bertanya-tanya tentang janji perusahaan yang mengerjakan jalan tersebut. Tapi, sekarang yang sudah ada di di lokasi hanya satu alat berat berupa beko yang didatangkan sebelum Menhut berkunjung ke lokasi,” katanya.
Sementara itu, staf ahli Setdakab Aceh Selatan, Azwar Asyek menyarankan kepada Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Aceh melalui PPTK peningkatan jalan Keude Trumon-Buluseuma suapaya dapat diperioritaskan terlebih dulu di segmen kedua atau segmen ketiga atau dari Desa Teupin Tinggi-Buluseuma yang memang seluruhnya berada di luar kawasan SM rawa Trumon. Dengan demikian kontraktor pelaksana dapat segera merealisasikan kontraknya di lapangan. Sehingga apa yang diharapkan dan diimpikan masyarakat Buluseuma dan masyarakat Aceh Selatan dapat segera terwujud.
Terkait masalah tersebut, PPTK proyek pembangunan jalan Teupin Tinggi-Buluseuma, Muchsin mengakui sudah menghubungi penanggung jawab lapangan perusahaan itu mempertanyakan janji mereka akan mengerjakan kembali jalan yang didanai APBA 2009 senilai lebih kurang Rp 5 miliar itu.
Menurut Muchsin, dari hasil konfirmasi tersebut, penanggung jawab lapangan, Jaja mengatakan tertundanya pekerjaan jalan itu disebabkan karena operator doser belum kembali, masih berada di Medan, Sumatera Utara (Sumut). “Semua persiapan untuk pekerjaan jalan itu sudah dimulai, bahkan seluruh personil sudah diberangkat ke Aceh Selatan,” kata Muchsin mengutip ucapan Jaja.(az)
* Frontpage
0 komentar
Post a Comment